Dasar-Dasar Mengenai Kloning

Dasar kloning


Mengisolasi dan menyalin informasi genetik merupakan sesuatu umumnya disebut sebagai kloning. Teknik ini sudah berusia 2000 tahun tapi akhir-akhir ini telah dikembang sehingga sekarang menjadi lebih canggih.

Pengenalan Klon

Klon itu nama lain dari sel, bisa juga sekelompok sel atau bahkan satu organisme yang memuat informasi genetik yang sama persis dengan sel atau organisme induknya.

Contoh sederhananya, seperti seseorang yang punya anak yang sama persis dengan ibunya dan ia sama sekali tidak punya bapak. Hal ini terjadi karena klon adalah semacam reproduksi aseksual. Ini sebenarnya bukan hal yang baru sih. Kita sudah beribu tahun mengklon tanaman lewat cangkokan, stek atau umbi batang. Meskipun begitu, ada hal yang baru disini, dan kalian harus tau itu.

Manusia sudah mampu mengembangkan kloning dalam tahap genetik. Klon pertama, dua ribu tahun lalu, adalah tanaman yang dikembangkan dari cangkokan atau stek.

Sekarang, kita memakai teknik laboratorium yang jauh lebih canggih dan memanfaatkan replikasi DNA untuk menghasilkan kloning. Di antara teknik ini adalah kemampuan mengisolasi dan menyalin (ya mengkloning itu) gen individual yang mengarahkan pada perkembangan organisme.

Janji Kloning

Kloning gen tertentu dapat memberi sejumlah besar salinan gen tersebut untuk dipakai dalam penelitian genetik dan taksonomik dan juga pada bidang pengobatan serta pertanian.

Di bidang pertanian misalnya, tujuannya adalah mengklon tanaman dengan ciri tertentu yang membuatnya tahan terhadap organisme lain, seperti hama.

Misalnya saja, tahun 1985 para ilmuan melakukan uji lapangan menggunakan klon tanaman yang gennya sudah di ubah di lab untuk menjadi tahan serangga, virus dan bakteri.

Untai tanaman baru yang dihasilkan dari kloning dapat menghasilkan tanaman pangan yang dapat tumbuh di tanah yang gersang atau bahkan di dalam air.

Selain itu bisa juga dihasilkan buah atau sayuran yang memiliki kualitas nutrisi lebih tinggi dan lebih panjang usianya saat masak. Ada teknik kloning yang namanya pengembaran (twinning) yang dapat membuat hewan ternak melahirkan kembar atau bahkan kembar tiga. Di lingkungan yang liar, hal ini dapat mencegah hewan langka dari kepunahan.

Dalam bidang kedokteran dan kesehatan, kloning sudah dipakai untuk membuat vaksin dan hormon. Kita sudah bisa, dengan menggabungkan dua jenis sel (seperti sel tikus dan sel kanker manusia) untuk menghasilkan sejumlah besar antibodi tertentu, lewat sistem kekebalan, untuk memerangi penyakit.

Saat disuntikkan kedalam aliran darah, antibodi klon ini mencari dan menyerang sel penyebab penyakit di manapun dalam tubuh kita.

Dengan menempelkan antibodi klon pada unsur pelacak, para ilmuan dapat menemukan letak kanker yang tersembunyi, dan dengan menempelkan obat penghancur kanker, dosis obat tersebut dapat dikirim langsung menuju sel kankernya.

Sangat canggih bukan perkembangan ilmu saat ini? Tentunya, semua itu tak lepas dari kerja keras para ilmuwan di dunia. Sekian, semoga bermanfaat.