Munculnya Gangguan Bipolar Ketika Ritme Sirkadian Tidak Berfungsi
![]() |
| Gangguan bipolar akibat ritme sirkadian |
Telah ditemukan adanya hubungan antara gangguan bipolar dan siklus tidur seseorang sehingga perawatan yang lebih baik dapat dilakukan
Apa itu Ritme Sirkadian?
Ritme sirkadian gampangannya adalah siklus harian yang merupakan bagian dari aktiitas internal tubuh. Ritme ini berjalan di, kalau istilah pada komputernya mah background process. Kegunaannya yaitu untuk melakukan tugas dan juga proses yang dianggap krusial. Salah satu ritme sirkadian yang paling penting dan terkenal adalah siklus bangun-tidur.
Ritme sirkadian ada di semua jenis organisme. Misalnya, membantu bunga untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat dan menjaga hewan malam hari dari singgah di tempat penampungan mereka. Dan di siang hari juga ketika mereka akan cenderung lebih diserang oleh predator.
Pada manusia, ritme sirkadian mengkoordinasikan sistem mental dan fisik di seluruh tubuh. Sistem pencernaan dapat menghasilkan protein sesuai dengan waktu makan yang tepat, dan sistem endokrin mengatur hormon tetap normal agar sesuai dengan pemakaian energi.
Pengaruhnya Terhadap Tidur
Pada siang hari, paparan cahaya menyebabkan clock utama mengirim isyarat yang menghasilkan "kewaspadaan" dan membantu membuat kita terjaga dan aktif. Ketika malam tiba, clock utama memulai produksi melatonin, hormon yang mendorong untuk tidur, dan kemudian terus mentransmisikan sinyal yang membantu kita tetap tertidur sepanjang malam.
Dengan cara ini, ritme sirkadian kami menyelaraskan aktivitas bangun-tidur antara siang dengan malam. Tujuannya menghasilkan siklus istirahat yang cukup dan stabil sehingga memungkinkan mempunya aktivitas yang produktif di siang hari.
Jam tubuh yang tidak teoat berfungsi dapat mengacaukan siklus tidur, kebiasaan makan, suhu tubuh dan hormon. Dan banyak bukti menunjukkan kalau jam tubuh yang tidak berfungsi juga berperan dalam siklus mood seseorang gangguan bipolar.
Studi Mengenai Gangguan Bipolar
Dalam sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh psikolog Alexander Niculescu dari Indiana University, para peneliti menemukan kalau anak yang mengalami gangguan bipolar kemungkinan memiliki gen RORB yang bermutasi. Gen ini menyandikan protein yang penting dalam fungsi jam circadian.
Penelitian tim ini sebelumnya telah menemukan perubahan dalam gen ini dan gen jam tubuh lainnya dalam model hewan yang mengalami gangguan. Dalam studi terbaru ini, para ilmuan membandingkan genom dari 150 anak bipolar dengan 140 anak biasa.
Anak-anak dipilih untuk dipelajari dipelajari karena siklus mood mereka lebih cepat dari orang dewasa bipolar, dan siklus yang lebih cepat menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan jam circadia.
Tim ini menemukan kalau anak bipolar lebih mungkin memiliki satu dari empat jenis perubahan RORB, dan para peneliti menduga mutasi tersebut mencegah tubuh menghasilkan jumlah protein yang tepat untuk mendukung fungsi jam tubuh yang normal.
Studi sebelumnya telah mengungkapkan fakta ilmiah kalau pengaturan jadwal tidur pasien bipolar dapat meningkatkan siklus mood ekstrim, namun para ilmuan tidak tahu kenapa bisa demikian – hingga hewan-hewan yang dipelajari menunjukkan adanya hubungan dengan gen jam circadian.
“Setiap kali kami menyelidiki beberapa kejanggalan dalam mesin molekuler yang terkait dengan gen jam tubuh, kami menemukan adanya asosiasi dengan gangguan bipolar,” kata Francesco Benedetti, seorang ilmuan syaraf dari San Raffaele Scientific Institute di Milan, Italia, yang tidak terlibat dalam penelitian Indiana.
Tujuan puncaknya adalah menunjukkan mekanisme yang tepat yang menghubungkan fungsi jam dengan ayunan mood, dengan harapan merancang obat dan perawatan baru yang akan memperbaiki jam tubuh ke posisi semula.

0 Comments