Mari Merubah Cara Berpikir Kita Untuk Lebih Kritis!


Seorang anak melakukan kritik
Mengkritik seseorang


Lo mah gak asik di tongktrongan bro!

Pasti orang kayak gini mah gak ada temennya, hal sepele aja di seriusin!

Begitulah kurang lebih ketik ada orang yang bersikap kritis saat melihat suatu keadaan. Sebenarnya berpikir kritis itu bagus bro! Cuman aja kadang orang gak tau tempatnya, haha.

Emang untuk apa sih berpikir kritis? Ngabisin energi aja. Tunggu, ada beberapa manfaat yang bisa kita dapat teman-teman ketika berpikir kritis.

Manfaat Berpikir Kritis

Ini dia di antaranya:

  • Kritisisme mampu membuka pikiran yang tadinya tertutup, bahkan memperlebar dan memperluas pikiran yang sebelumnya sudah terbuka sehingga semakin lebar dan luas.
  • Kritisisme senantiasa melatih pikiran untuk terus berpikir demi memahami berbagai pandangan orang lain, khususnya yang berbeda dengan pandangan diri sendiri.
  • Kritisisme selalu membawa dan menuntun orang yang melakukannya untuk selalu mencari, menemukan, memahami, dan menjelaskan kebenaran segala hal yang dilandaskan pada pemikiran yang jernih, akal sehat, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
  • Kritisisme selalu mengajarkan untuk senantiasa jujur dan terbuka terhadap pandangan orang lain, terutama jujur terhadap diri sendiri.
  • Kritisisme mampu selalu mengajarkan untuk melampaui rasa takut terhadap otoritas-otoritas yang ada dengan selalu mengacu pada kebenaran-kebenaran independen.

Kritis Masih Dianggap Hal Yang Tidak Wajar

Mengapa sebagian besar orang tidak menyukai kritisisme? Mengapa kebanyakan orang tidak suka terhadap kritikan?

Orang tidak menyukai kritikan atau tidak suka dikritik karena sangat mungkin hal tersebut berkaitan dengan kedudukan (otoritas) dan popularitas (ketenaran) seseorang.

Sangat mungkin orang merasa bahwa nilai kebenaran yang mereka pegang dan percayai selama ini adalah sesuatu yang mutlak sehingga tidak bisa diganggu gugat lagi.

Karena dari situ, ketika orang atau pihak lain mengkritisi pandangan (-pandangan) mereka, maka merasa pun merasa bahwa dirinya sedang diancam karena nilai kebenaran yang selama ini diyakininya hendak diruntuhkan oleh orang lain.

Oleh karena menganggap posisinya sedang dinilai dan dikritisi orang lain, mereka mereka pun mempertahankan diri.

Pandai Mengkritik Tapi Tidak Bisa Menerimanya

Sangat mungkin juga orang tidak nyaman dengan adanya kritikan terhadap dirinya karena hal tersebut dianggap bisa mengurangi pengaruh orang itu di dalam masyarakat atau kelompok tertentu.

Orang yang selalu diklaim dan mengklaim diri benar cenderung enggan menerima kritikan. Orang yang dianggap dan menganggap diri selalu benar, bahkan dirinya merupakan patokan kebenaran itu sendiri cenderung memiliki pengaruh yang kuat dalam masyarakat atau kelompok tertentu.

Hal ini biasa dan sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, anggota kelompok atau masyarakat tertentu jauh lebih memilih mengikuti seorang pemimpin yang tidak memiliki rasa takut dan tidak pernah menilai serta mengkritisi dirinya.

Sedikit orang yang memilih dipimpin oleh seseorang yang tidak ragu-ragu menilai dan mengkritisi dirinya serta terbuka terhadap kritikan orang lain atau anggota masyarakat/kelompoknya.

Hal ini menjelaskan mengapa seorang politikus sulit, bahkan tidak akan memiliki pengaruh dan pengikut jika ia lebih seringkali mengkritisi dirinya ketimbang mengkritisi lawan politiknya.

Masyarakat umum tidak menyukai kritisisme karena merasa tidak nyaman ketika pandangannya dinilai dan dikritisi oleh orang lain.

Ini merupakan hal yang wajar, namun menjadi tidak wajar ketika orang sama sekali tidak menerima jika pandangannya dinilai dan dikritisi oleh orang lain.

Terlebih, ketika orang itu menggunakan otoritasnya untuk mengatakan dan menegaskan bahwa pandangannyalah yang benar. Ketika itu terjadi maka tanpa disadari sesungguhnya ia telah masuk ke dalam jebakan fundamentalisme.

Seseorang yang dengan sadar memilih untuk berpikir kritis, sesungguhnya ia adalah orang yang tidak (akan) mudah mengalami manipulasi, pembodohan, penipuan, penyesatan, delusinasi, dan kesesatan, baik dalam berpikir maupun bertindak.

Dengan demikian pembahasan kita mengenai manfaat berpikir kritis, mulai dari sekarang mari berpikir sesuai akal dan pikiran kita. Tapi ingat, harus dibatasi ya, jangan sampai ada sifat egoisme yang terlibat. Terima kasih.