Kesaksian Berdasarkan Fakta Itu Penting, Tapi Harus Kita Batasi
Berpikir kritis memerlukan kita untuk berpikiran terbuka sambil tetap memeriksa kebenaran berdasarkan fakta.
Tetap Hormati Pendapat Orang Lain
Atas sebagian besar apa yang kita yakini, kita harus mempertimbangkan juga pada apa yang dikatakan oleh orang lain. Meskipun informasi mereka rentan salah seperti kita pula.
Tetap saja, kita tidak dapat merasa pasti atas sebagian informasi orang dan ragu atas keyakinan yang lain.
Kita juga tidak mesti berharap bahwa berpikir kritis membawa pada kesepakatan yang disepakati menyeluruh atas segala hal. Bahkan pada isu penting di mana ada sejumlah besar informasi mengenai faktanya.
Kita mesti bercermin pada keterbatasan yang disebabkan oleh persepsi, ingatan, pandangan dunia, dan kesaksian orang lain. Namun kita tidak perlu menjadi sepenuhnya skeptis mengenai keyakinan yang berlandaskan pada pengamatan, ingatan dan kesaksian.
Refleksi demikian harus mendukung kita untuk membangun skeptisme yang sehat pada teori dan gagasan kita.
Sejauh kita siap berargumen untuk mengajukan dan mempertahankan keyakinan secara publik, dan cukup berpikiran terbuka pada argumen yang bertentangan dan merubah posisi bila diperlukan, kita kemungkinan besar menghindari keyakinan yang tidak mempunyai landasan dan bahkan memang tidak benar.
Sebuah Kesaksian
Kesaksian kerap kali merupakan suatu hal yang sangat jelas dan rinci, sehingga membuatnya tampak meyakinkan. Hal itu sering dibuat oleh orang yang sangat antusias, dan tampaknya terpercaya dan jujur dan tanpa punya alasan untuk menipu kita.
Ia sering diberikan oleh orang dengan otoritas yang kuat, seperti doktor dibidang psikologi atau fisika, ataupun ahli-ahli di bidangnya.
Pada batasan tertentu, kesaksian dapat diyakini hanya karena orang ingin meyakininya. Seringkali, seseorang mengatisipasi dengan harapan perlakuan atau instruksi baru.
Kesaksian seseorang diberikan segera setelah pengalaman saat mood orang tersebut masih terangkat untuk hasil yang positif. Pengalaman dan kesaksian diberikan lebih banyak keberartian daripada yang pantas mereka dapatkan.
Karena mudah bagi orang untuk menipu diri sendiri, para ilmuan tidak seperti biasanya bertopang pada kesaksian ataupun anekdot. Kecuali mungkin untuk merangsang pikiran mereka merancang untuk melakukan sebuah percobaan untuk menguji hipotesis.
Kesaksian pengalaman pribadi dalam masalah supernatural atau paranormal tidak memiliki nilai ilmiah. Bila orang lain tidak dapat mengalami hal yang sama dalam kondisi yang sama, maka tidak ada cara untuk memverifikasi pengalaman tersebut.
Apabila tidak ada cara untuk menguji klaim yang dibuatnya, maka tidak ada cara untuk membedakan apakah hal tersebut benar atau hanya khayalan.
Jika orang lain dapat mengalami hal yang sama, maka menjadi mungkin untuk menguji kesaksian dan menentukan apakah klaim tersebut dapat dipercaya.
Kekuatan Paranormal Yang Aslinya Nihil
Kesaksian mengenai pengalaman paranormal secara ilmiah tidak ada sama sekali harganya, karena pemikiran selektif dan penipuan diri sendiri harus dikendalikan.
Sebagian besar cenayang bahkan tidak menyadari kalau mereka perlu melakukan pengujian yang sifatnya terkontrol atas kekuatan yang mereka miliki. Tujuannya yaitu untuk mengesampingkan kemungkinan kalau mereka telah menipu diri sendiri.
Mereka yang merasa puas dengan pengalaman mereka sebagai cenayang, tidak boleh senang terlebhi dahulu. Pengujian terkontrol cenayang akan membuktikan hanya pada itu saja (satu kondisi) dan untuk bisa juga selamanya tergantung pada seberapa selektif mereka dalam mengumpulkan data.
Yang menjadi pertanyaan lainnya adalah apakah mereka hanya menghitung keberhasilan dan mengabaikan kegagalan. Bisa saja nilai-nilai tersebut sengaja diabaikan.
Uji yang terkendali dapat pula menentukan apakah faktor lain, seperti kecurangan dapat terlibat. Dan ini sangat penting, karena di sisi lain mereka akan berusaha untuk mempertahankan reputasinya. Jelas malu lah ya, kalau sampai tidak jujur.
Karenanya, walau bukti kesaksian kadang mendasar, seperti contoh dalam memberitahukan dokter anda gejala penyakit anda adalah mudah untuk melebihkan pengalaman orang lain, khususnya bila mereka diajukan secara antusias dan otoritatif.

0 Comments