Apa Benar Kalau Hipnotis Bisa Membuktikan Suatu Perkara? 

Hipnotis tidak bisa dijadikan fakta


 Perkumpulan ilmuwan medis Amerika menyatakan kalau hipnotisme tidak meningkatkan ketepatan ingatan seseorang - Robert Todd Caroll

Bertentangan dengan apa yang diyakini kebanyakan orang, hipnotis tidak meningkatkan ketelitian ingatan secara nyata. Karena subjek sangat rentan sugesti saat dihipnotis, beberapa negara bagian tidak mengizinkan kesaksian hukum di pengadilan dibuat saat dalam kondisi terhipnotis.

Banyak orang menganggap kalau hipnosis adalah kemampuan manusia yang alami untuk meningkatkan ingatan. Para pendukung hipnotisme mengutip kasus seperti pengemudi bus yang saat dihipnotis, mengingat sebagian besar nomer plat mobil dari kendaraan yang ia lihat.

Ternyata Sebaliknya

Di sisi lain fakta menunjukkan yang sebaliknya kalau orang dapat memiliki ingatan yang jelas saat dihipnotis namun ingatan ini salah dan kalau seseorang yang dihipnotis. Karena sangat mudah terpengaruh sugesti, beresiko memakai khayalannya sendiri untuk mengisi celah ingatan.

Namun lebih lanjutnya lagi, bila beberapa ingatan hipnotis itu teliti, tidak ada kemungkinan yang signifikan kalau sebuah ingatan itu lebih handal saat dihipnotis daripada tidak.

Lebih kontroversial lagi adalah kasus ingatan yang kesannya dipaksakan. Beberapa psikolog percaya kalau seseorang dapat mengalami sesuatu yang sangat tidak nyaman dan kemudian segera melupakannya.

Bertahun-tahun kemudian pengalaman ini dapat memicu ingat sebuah peristiwa yang mengerikan. Banyak orang melupakan sesuatu dan sengaja menekan ingatannya atas pengalaman yang tidak mengenakkan.

Namun semua bukti ingatan mendukung kalau semakin traumatis sebuah peristiwa, semakin mungkin orang tersebut mengingatnya.

Satu-satunya pengecualian ketika seseorang menjadi tidak sadar atau saat ia terlalu muda untuk memprosesnya dalam bentuk bahasa.

Rinci Bukanlah Sebuah Fakta

Apakah buktinya, kalau ingatan yang ditekan itu teliti? Konsep yang harus diketahui yaitu bahwa ingatan traumatis dapat jauh lebih jelas, lebih detil dan lebih tahan lama daripada ingatan biasa.

Ini bisa jadi benar namun kejadian faktanya adalah ketepatan dari ingatan tersebut. Lebih jelas dan lebih rinci dalam penyampaian bukan berarti ingatannya tepat. Paham kan maksudnya?

Kalau gak paham, jadi gini, seseorang yang berbicara panjang lebar belum tentu apa yang dikatakan merupakan sebuah fakta dan pernah terjadi.

Mitos ketepatan sutau ingatan benar-benar jadi hambatan. Tapi yang jelas adalah kita harus memastikan kebenaran tersebut berdasarkan bukti yang konkrit.

Seluruh industri telah dibangun dari histeria yang tidak terhindari dari tuntutan pelecehan seksual pada anak. Ahli terapi yang diharap membantu anak sembuh dari trauma pelecehan anak disewa untuk mewawancara anak untuk menemukan apakah ia dilecehkan atau tidak.

Terlalu sering ahli terapi memberikan sugesti kalau anak tersebut dilecehkan dan kemudian sang anak memiliki “ingatan” kalau dia dilecehkan. Jadi seolah-olah fakta tersebut dibuat-buat alias tidak nyata.

Tidak ada sebuah bukti yang rasional akan penemuan orang tua yang dapat dikatakan bersalah berdasarkan kesaksian yang disugesti demikian. Tentunya ini bukan bukti yang valid.

Sesuatu Yang Sebenarnnya Belum Terjadi

Varian dari ingatan yang belum dialami ini adalah anggapan kalau seseorang dapat mengingat pengalaman dari kehidupan di masa sebelumnya.

Mitos ini telah diajukan dan umumnya oleh orang yang bermimpi atau di hipnotis yang mengingat pengalaman orang yang hidup di masa sebelumnya.

Banyak orang terkesan dengan detil dan kejelasan ingatannya, namun kerincian ini bukanlah bukti ketepatan.

Bisa saja seseorang terlibat dalam sebuah konfabulasi. Sebuah konfabulasi adalah fantasi yang tidak sadar menggantikan peristiwa dalam ingatan. Sebuah konfabulasi dapat berdasarkan sebagian atas fakta atau sepenuhnya merupakan buatan imajinasi.

Istilah ini dipakai untuk menjelaskan “ingatan” dari orang yang sakit jiwa, ingatan dari penculikan alien dan ingatan salah yang dibangun oleh ahli terapi atau pewawancara yang ceroboh.

Hampir semua subjek hipnotis mampu mengalami trance mendalam saat berbicara mengenai inkarnasi sebelumnya bila saja sang hipnotis memintanya.

Orang yang dihipnotis akan mengatakan sebebas-bebasnya juga mengenai inkarnasinya di masa depan. Dalam tiap kasus seperti ini dimana ada pemeriksaan masa lalu yang cukup pada subjek, ditemukan kalau pikiran tanpa sadar subjek saling rajut dengan potongan-potongan informasi yang telah lama hilang yang diperolehnya saat ia kanak-kanak.