Mengenal Skeptisisme, Seperti Apasih Ciri-Cirinya?
Mayoritas orang beranggapan bahwa seorang skeptik merupakan pribadi yang terlalu banyak bertanya, bawel, tukang protes, atau tidak percaya banyak hal.
Maka dari itu, seorang skeptik disebut sebagai orang yang bersikap negatif terhadap banyak hal karena tidak mempercayai banyak hal atau meragukan setiap hal.
Dia tidak mempunyai optimisme dalam hidup, dan kesannya juga tidak mempunyai semangat. Hal itu karena, motivasinya yang sudah turun sebelum melakukan sesuatu.
Dengan demikian, masyarakat menganggap “skeptisisme” dianggap suatu hal yang negatif karena sifatnya yang selalu menegasi banyak hal. Apakah benar demikian?
Etimologi Skeptis
Kata “skeptik” sendiri berasal dari kata Yunani skeptoi yang artinya: orang-orang yang mencari atau orang-orang yang mencari informasi.
Apa yang dicari oleh para skeptik? Mereka mencari berbagai keterangan mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
Para skeptik adalah orang-orang yang tiada henti mencari tahu dan bertanya mengenai berbagai hal-hal di sekitarnya; apa yang sesungguhnya (telah) terjadi? mengapa hal itu bisa terjadi? bagaimana hal itu bisa terjadi? bagaimana menjelaskannya? apa saja bukti-buktinya?
Dalam proses pencarian ini para skeptik melakukan berbagai penelitian, investigasi, penelusuran, pertimbangan, dan penilaian yang didasarkan pada bukti-bukti yang relevan dengan ditopang oleh daya pikir kritis dan berbagai argumentasi yang jernih serta masuk akal.
Dengan demikian, skeptisisme merupakan suatu proses dalam menerapkan pikiran kritis dan akal sehat untuk memutuskan/menentukan/menetapkan kesahihan sebuah subjek atau masalah.
Hal ini dinamakan dengan proses penemuan akan kesimpulan yang didukung oleh berbagai fakta, data, serta logika, dan bukannya pembenaran/penegasan terhadap kesimpulan yang sudah ada.
Sepatutnya skeptisisme memberikan pengaruh yang begitu kuat sekaligus positif bagi dunia. Skeptisisme bukanlah upaya untuk menghancurkan/meruntuhkan/menolak mentah-mentah banyak hal, seperti yang disangkakan selama ini.
Skeptisisme adalah upaya untuk mengarahkan kembali perhatian manusia pada bukti-bukti relevan yang ditunjang oleh akal sehat sekaligus menyingkirkan berbagai takhyul yang ada dan berkembang dalam masyarakat.
Oleh karena itu, skeptisisme berupaya mengarahkan berbagai pandangan dan ide sehat manusia demi pemikiran yang nyata dan tidak dibelenggu oleh berbagai pemikiran yang bernuansa fantasi.
Metric Skeptisisme Seseorang
Apa ukurannya? Berbagai metode saintifik adalah tolok ukur yang digunakan para skeptik untuk mempertimbangkan, mengukur, dan mempertimbangkan semua hal. Cukup menarik untuk diketahui karena hal ini menyangkut sifat manusia, bukan sebuah fenomena alam yang biasa kita ukur dengan mudah.
Selain menarik, cukup sulit juga karena pernyataan-pernyataan yang bersifat anekdot serta berbagai pengakuan atau kesaksian orang yang umumnya tidak didukung oleh berbagai bukti relevan dan argumentasi yang masuk akal seringkali ditolak oleh para skeptik.
Inilah yang membuat para skeptik seringkali dijuluki sebagai orang-orang yang memiliki sikap negatif karena tidak mempercayai orang lain.
Namun sesungguhnya yang terjadi adalah bahwa para skeptik adalah orang-orang yang membutuhkan berbagai berbagai bukti relevan yang didukung oleh argumen-argumen yang masuk akal.
Yang harus ditekankan dan diingat adalah bahwa berbagai klaim “luar biasa” membutuhkan berbagai penjelasan dan bukti yang juga “luar biasa”, khususnya berbagai hal yang berkaitan dengan fenomena paranormal dan supernatural.
Sisi Positif
Dengan demikian, skeptisisme adalah suatu proses yang sangat diperlukan, bermanfaat, dan positif dalam upaya menemukan “kebenaran".
Artinya di sisi lain, skeptisisme akan cenderung meningkatkan kewaspadaan seseorang dalam bertindak serta mencerna omongan orang lain.
Dan terlepas dari itu semua, intinya kita tidak perlu merasa paling baik, karena semua sifat tentunya ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tetaplah jadi diri sendiri!

0 Comments